SEJARAH SINGKAT KECAMATAN BESITANG

SEJARAH BESITANG

Berdasarkan butir–butir sejarah suku melayu pesisir Sumatera Timur oleh Tengku Admansah diterbitkan karya–karya budaya Nasional Medan, bahwa pusat Kerajaan Aru yang pertama berkedudukan di sekitar daerah Besitang, Kampung Sikundur di hulu sungai Besitang ( 800 – 1024 ), sedangkan asal usul kata Besitang itu sendiri bermula dari adanya besi melintang di Kuala Sei Besitang (saat ini), yang manfaat dari besi tersebut diantaranya adalah sebagai tempat berkumpul nelayan, untuk menunggu rekan ataupun istirahat sejenak, baik yang hendak mudik dan hilir dari melaksanakan aktifitasnya, dan sejak saat itulah sebutan Besitang mulai sering diucapkan oleh masyarakat yang akhirnya kata tersebut menjadi nama suatu daerah atau tempat. 

Pada awalnya wilayah Kecamatan Besitang berada di Sikundur (Hulu Sei Besitang) yang merupakan pusat Kerajaan Aru, yang dipimpin oleh seorang Sultan yang bernama Sultan Abdulah Hot, yaitu dari wilayah Tamiang (hulu dan hilir) sampai ke perbatasan Kesultanan Siak. Kemudian sekitar Tahun 1680 Kesultanan Aru dihapuskan oleh Kesultanan Aceh yang bernama Sultan Muhammad Rughayatsah menjadi Kesultanan Besitang, kemudian pada tahun 1750 Kesultanan Besitang dihapus menjadi Kedatukkan yang tunduk kepada Kesultanan Aceh sampai tahun 1830. Kemudian pada tahun 1830 sampai dengan 1946 Kedatukkan Besitang melepaskan diri dari Kesultanan Aceh dan tunduk pada Kesultanan Langkat, yang meliputi :

1. Kampung Besitang

2. Kampung Bukit Mas

3. Kampung Halaban

4. Kampung Selahaji

5. Kampung Serang Jaya

Adapun Datuk yang pernah memimpin Kedatukkan Besitang antara lain:

1. Datuk Ibrahim Japar 5. Datuk Indralana
2. Datuk Malim 6. Datuk Abdulrahman
3. Datuk Mahraja 7. Datuk H. Muhammad Cholid
4. Datuk Johan Pahlawan

Kemudian pada tahun 1947 terjadi agresi Belanda yang mengakibatkan diterapkannya sistem Pemerintahan Belanda yang disebut Ambtenar Bestuur Anggelegenleiden hingga tahun 1950–an.

Setelah berakhirnya Negara Republik Indonsia Serikat atau sampai batas penyerahan kedaulatan pada tahun 1950, maka istilah di dalam Pemerintahaan berubah kembali dengan kewedanaan dan asisten Wedana, di Kecamatan Besitang merupakan pusat Pemerintahaan setingkat asisten Wedana, Adapun yang pernah menjadi Asisten Wedana di Besitang adalah sebagai berikut :

1. Hasan Makmi ( 1950 – 1954 ) 7. Adrianus Sitompul ( 1963             )
2. Murad El Fuad ( 1954 – 1957 ) 8. Abu Bakar Syarif ( 1963             )
3. H. Mahmud ( 1957 – 1958 ) 9. Muchtar Alang  ( 1964             )
4. T. Ali ( 1958 – 1959 ) 10. Serani Bangun ( 1964 – 1965 )
5. T. Hasbullah ( 1959 – 1960 ) 11. Menan P. ( 1965             )
6. M. Nurdin Sulan ( 1960 – 1963 ) 12. Rijali Lubis ( 1965 – 1974 )

Selanjutnya pada masa asisten Wedana Rijali Lubis sebutan asisten Wedana dirubah menjadi sebutan Camat. Adapun Camat yang pernah memimpin Kecamatan Besitang adalah sebagai berikut :

1. Rijali Lubis ( 1974 ) 10. Drs. Zulkifli ( 1992 – 1997 )
2. Muchlis Tanjung BA ( 1974 ) 11. H. Abd. Azis BA ( 1997 – 2000 )
3. Gus Sofyan BA ( 1974 – 1978 ) 12. Drs. Agustari ( 2000 – 2001 )
4. A. Hamid Tanjung ( 1978 – 1980 ) 13. M. Idham SH ( 2001  – 2001 )
5. Ruslan Hamid BA  ( 1980 – 1985 ) 14. Drs. Agustari ( 2001 – 2005 )
6. Drs. Amiruddin ( 1985 – 1986 ) 15. Drs. Irham Sukri ( 2005 – 2008 )
7 Drs. Benyamin ( 1986 – 1988 ) 16. Mawardi N, S.Sos  ( 2008 – 2010 )
8. Drs. Ali Syafril ( 1988 – 1990 ) 17. Nuriadi, S.Sos  ( 2010 – 2017 )        
9. Drs. Asrin Naim ( 1990 – 1992 ) 18 H. Ibnu Hajar, S.Sos ( 2017 – sekarang)

Kemudian pada tanggal 18 Pebruari 2008 sebagian  desa yang merupakan bagian integral Kecamatan Besitang (Desa Salahaji dan desa Serang Jaya) dimekarkan menjadi Kecamatan Pematang Jaya.

Adapun Organisasi Pemerintahan terendah yang langsung berada di bawah Camat saat ini yaitu :

NO DESA / KELURAHAN LUAS WILAYAH (KM²)
1 Kelurahan Pekan Besitang 21,74
2 Kelurahan Bukit Kubu 36,42
3 Kelurahan Kampung Lama 468,80
4 Desa Halaban 48,51
5 Desa Bukit Mas 64,74
6 Desa Bukit Selamat 37,14
7 Desa Sekoci 13,06
8 Desa PIR ADB Besitang 17,84
9 Desa Suka Jaya 12,50
50,271 720,75